Wednesday, September 03, 2008

Sungai & motor

liat2 foto rafting trakir, ada yg blm aku selesaikan jd aku edit foto ini nih...
yeah....




Sungai dan kehidupan, benere itu judul yang lebih tepat. Sejak jaman dulu, peradaban paling umum muncul di dekat sumber air. Demikian juga di desa-desa kecil di tanah jawa ini.
4 th lalu pada waktu gabung dengan program Community Outreach Programme kampus (bareng bbrp mahasiswa international loh, but heck no time for that really...) di sebuah dusun di daerah Kediri. Adalah hal yang sangat mengejutkan di abad 21 ini masih ada loh 1 dusun itu ngga punya WC utk Mandi Cuci Kakus! Tentu saja aku berpikir ini daerah terpencil mana sih. Secara geografis memang terpencil (sinyal HP cuma ada di jembatan di balik bukit, no wonder lah infrastruktur macam gini) tapi bukan berarti secara intelektual terisolasi juga. Aku lupa2 ga jelas juga pada waktu itu kru-kru inti (anak2 teknik sipil & arsitektur) misi utamanya apa, kami sih ke sana untuk 'having fun' mengajari anak2 menggambar dengan pensil warna, mencat batu sungai, di samping interaksi sosial-budaya yang lain.

Ok, back to topic.
Desa tempat kami rafting berulang kali (ampe mbelenek, hafal rutenya) juga demikian. Udah hampir 2 th berjalan, pemandangan yang kami temui sepanjang tepi sungai tetap sama. Susah ya mengubah kebiasaan?
Sepanjang jalan mobil di sungai2 banyak warga melakukan MCK. Apalagi sungai rafting-nya.



This picture i took was in the lake called Ranu Segaran.
Kenapa ya
(chloe:kenapa katamu? ask ur neighborhood around "kali" in ur hometown, ga perlu kayake ditanya kenapa, itu efeknya ga bagus jd ga ada persetujuan kenapa itu dilakukan. Dengan kata lain it is unacceptable!
mee lan: well, hey i was just asking, surve...)

Apa air sumur ngga ada di tiap rumah?
Apa smua air udah disadap ama PDAM?
Ini danau dibikin utk rekreasi....
Tak jauh dari para pencuci motor di balik batu besar dan sedikit semak-semak, ada 2 gadis sedang mandi dan sikat gigi.
(bukan sytuing sinetron jaka tarub lagi)
Yah...
Benar air sumber kehidupan
Untuk minum
Membersihkan diri
Sampai membersihkan ternak dan benda2 mati
tapi kalo jadi satu gitu.....

Dont u agree that practical sanitary life MUST be a compulsosry subject in kindergarten or every level of education?? Skip the PPKN lah!

3 comments:

val said...

Hahaha... lucu nek bayangno orang sikat, gigi, adus, be'ol dll jadi satu. Tapi aku pernah liat teori kalau air bisa menguraikan segala macem limbah kotor sampe radiasi. jadi untuk danau seluas itu kejatuhan pisang goreng seember dua ember keknya kok gak ngefek :D, gak sampe meracuni ato memebuat jadi bauk mengingat banyak hewan renik yg menguraikan didalamnya.

Carla said...

tetep aja ga sehat lens. efeknya juga bermacam2 menurutku. liat aja orang2 yang pake sungai untuk 3 in 1 ato 10 in 1 gini kan kondisinya ada aja yg ga bener. sakit perut kek, sakit kulit kek, cacingan... atau kelainan pada kehamilan. kalo kita perhatikan, selalu yg ada kelainan ini itu pada kelahiran bayi terjadi sama orang2 yg ga punya. memang ada faktor2 lain, tapi sanitasi menurutku berperan besar. setuju sih sama pyor. harusnya pelajaran2 di sekolah harus diseimbangkan sama ini. seingatku pelajaran kesehatan dulu minim sekali. paling cuma 30 menit seminggu. dan itupun gurunya ga pernah diperhatikan karena murid2 selalu nganggap pelajaran itu "ga penting" dibandingkan matematika. persepsi yg salah kaprah.

yenny said...

pisang goreng ta pisang goreng ?

Weks. Kalo airnya ga jalan mana isa terurai dgn baik sih?

Iya, aku termasuk yg buta sanitasi praktis...:( mesti rajin2 baca majalah deh..